Perjalananku di Zaman Kemerdekaan
Hari ini aku masih berjalan. Lagi-lagi jalan kaki. Aku berjalan seorang diri, menuju sebuah kota tempat keluargaku menanti. Aku berjalan sudah setengah jam. Demi menghemat beberapa sen kupikir. Tapi ah, lelah ini aku yakin akan hilang ketika aku bertemu dengan keluargaku. Jalanan agak lengang. Tumben sekali. Apakah ada sesuatu? Aku berjalan semakin cepat dengan sesekali melihat jam tangan. Aku heran bukan kepalang, hari ini padahal hari Jum'at. Masih pagi pula, kenapa kota menjadi begitu sepi begini. Semua orang tak satupun menunjukkan batang hidungnya. Aneh kupikir. Apakah resesi dunia sudah menimbulkan efek seperti ini? Matahari sudah mulai menunjukan kuasanya. Aku mulai berpeluh. Punggungku sudah gatal rasanya oleh keringat. Baju yang baru kubeli dari Glodok ini ternyata tak senyaman yang Koh Samin katakan. Ternyata tak lebih dari karung goni rasanya baju ini kalau sudah kupakai. Ah, gerah sekali rasanya, dan perutku sudah keroncongan. Kebetulan sekali aku melewati rumah mak...