Posts

Showing posts from July, 2019

Perjalananku di Zaman Kemerdekaan

Hari ini aku masih berjalan. Lagi-lagi jalan kaki. Aku berjalan seorang diri, menuju sebuah kota tempat keluargaku menanti. Aku berjalan sudah setengah jam. Demi menghemat beberapa sen kupikir. Tapi ah, lelah ini aku yakin akan hilang ketika aku bertemu dengan keluargaku. Jalanan agak lengang. Tumben sekali. Apakah ada sesuatu? Aku berjalan semakin cepat dengan sesekali melihat jam tangan. Aku heran bukan kepalang, hari ini padahal hari Jum'at. Masih pagi pula, kenapa kota menjadi begitu sepi begini. Semua orang tak satupun menunjukkan batang hidungnya. Aneh kupikir. Apakah resesi dunia sudah menimbulkan efek seperti ini? Matahari sudah mulai menunjukan kuasanya. Aku mulai berpeluh. Punggungku sudah gatal rasanya oleh keringat. Baju yang baru kubeli dari Glodok ini ternyata tak senyaman yang Koh Samin katakan. Ternyata tak lebih dari karung goni rasanya baju ini kalau sudah kupakai. Ah, gerah sekali rasanya, dan perutku sudah keroncongan. Kebetulan sekali aku melewati rumah mak...

AKU DARI DESA

Indonesia sudah merdeka Selama 73 tahun.sebuah usia yg cukup matang bagi sebuah negara.Tapi tak Bisa dipungkiri Masih banyak sektor yg harus dibenahi ditengah bangkitnya populisme saat ini. Saat Itu disebuah Kota kecil Di kaki gunung sindoro,jawa tengah. Org tua saya Bekerja di perkebunan Teh milik belanda,saya harus berjalan Kaki 15 KM untuk menuju kesekolah. Upacara bendera saat itu selalu menghadap Ketimur untuk memuja kaisar jepang.saat Itu kami tidak memakan nasi Hanya memakan singkong, itupun jika Ada. Baju juga seadanya, Kadang para Lelaki memakai karung Goni untuk dijadikan calana. Pada Jaman kami Apa Apa terbatas Dan serba susah.Dulu Sama sekali tidak Ada kendaraan, Jadi Kemana mana harus jalan Kaki.punya sepedah Itu sudah Sangat mewah, listrik juga tidak Ada tidurpun tidak memakai Kasur Hanya memakai tirai yg digelar saja. Kami Bisa Hidup prihatin Dan Ikhlas saja,itu kuncinya.kami tidak pernah menuntut Apa Apa. Dulu kami Sangat Hidup rukun dengan tetangga Tanpa pernah me...

BILA AKU HIDUP DI ZAMAN PENJAJAHAN

Nama: Sinta Rosalia Kelas: xii                                                                                                                Aku ingin membayangkan jika aku hidup di zaman penjajahan. Aku ingin memberantas penjajahan dengan persatuan dan kesatuan dari bangsa Indonesia. Seperti yang telah dilakukan oleh para pahlawan Indonesia. Dari kecil sampai aku menginjak dewasa, Aku akan mencari Guru untuk mempelajari Ilmu Beladiri dar...

Cerita Masa Penjajahan di tahun 1945

    saya terbiasa menjadi boneka kecil bagi Jepang. Saya dibawa dari keluarga saya, dimandikan, dan dipakaikan baju bagus. Meski kecil, namun masih ingat benar di pikiran saya bagaimana tingkah- tingkah mereka terhadap orang – orang kampung, termasuk bapak – ibu saya. Dulu, saya masih kecil, bahkan belum mampu ikut memperjuangkan  kemerdekaan.            mereka adalah orang – orang paling jahat yang pernah saya lihat. Saya tidak terlalu ingat tahun berapa, yang jelas Jepang baru saja datang ke Indonesia kemudian menerapkan penjajahan yang saya kira lebih kejam daripada penjajahan Belanda.  jalanan di daerah  memang masih berupa hutan – hutan, hanya dua tiga perkampungan penduduk yang ada. Sisanya, berupa jalanan yang masih terjal sekali namun cukup dilewati semacam truk – truk container milik Jepang. Bahkan ketika mereka datang bersama kendaraan – kendaraan mereka yang be...

Masa penjajahan jepang

Pemerintahan Jepang saat itu mencetus kebijakan tenaga kerja romusha. Romusha atau biasa di sebut kerja rodi/kerja paksa. Pengerahan romusha menjadi sebuah keharusan, bahkan paksaan. Hal itu membuat rakyat menjadi sengsara, tanpa diberi makan dan minum. Bahkan, banyak dari mereka yang tidak kembali lagi ke kampung halamannya karena sudah meninggal dunia. Pada zaman penjajahan dulu banyak sekali teriak tangis ketakutan, darah dan suara tembakan, bahkan melihat saudara sendiri dibunuh mungkin adalah sesuatu yang sangat biasa kala itu. Rela hidup dihutan-hutan, rela menahan lapar, bahkan siap dengan jutaan peluru yang kapan saja bisa merenggut nyawanya. Pendidikan pun pada saat itu sangat terbatas, hanya orang-orang kalangan atas saja yang bisa bersekolah. Dan pada zaman itu juga perempuan dilarang bersekolah, bahwasannya perempuan hanya bisa didapur saja, untuk memasak dan membuat makan saja. Pada zaman itu pula perempuan Indonesia dijadikan sebagai pelayan hawa nafsu bangsa Jepang. ...

Pendidikan di zaman kemerdekaan

Mengulas tentang kehidupan 73 tahun yang lalu. Ya, tentunya kita tahu bahwa pada saat itu adalah masa-masa awal kemerdekaan Indonesia. Pada saat peristiwa itu terjadi, semua orang pasti merasakan suka cita yang begitu mendalam. Mereka sangat berbahagia karena bisa terlepas dari para penjajah dan siksaan-siksaan yang telah mereka rasakan pada saat mereka di jajah.       Dengan merdekanya bangsa Indonesia ini, tentunya membawa dampak positif yang luar biasa. Yaitu banyak sekali munculnya semangat-semangat baru, harapan-harapan baru, cita-cita baru, untuk bisa mewujudkan dan menjadikan Negara ini aman  dan bebas dari  jajahan negara lain.       Salahsatunya adalah dengan cara melakukan kegiatan pendidikan. Pada masa kemerdekaan tersebut, banyak sekali orang yang ingin melakukan kegiatan pendidikan. Dengan semangat yang membara, mereka sangat berantusias untuk bisa mendapatkan pendidikan.        Bay...

KEHIDUPAN KEMERDEKAAN INDONESIA DI TAHUN 1945

Sejak zaman prasejarah Indonesia di jajah oleh Belanda dan Jepang. Indonesia di jajah pertama kali oleh Belanda,belanda datang ke Indonesia ingin menguasai rempah rempah sementara Jepang datang ke Indonesia karena berhasil mengalahkan sekutu dalam perang pasifik. Belanda adalah negara kecil yang mampu menjajah Indonesia yang berwilayah besar. Belanda melakukan penjelajahan samudra untuk penjajahan Indonesia untuk berdagang. 1). Bidang pendidikan Pada pasca kemerdekaan Indonesia Perkembangan pendidikan sejak Indonesia mencapai kemerdekaan  memberikan gambaran yang penuh dengan kesulitan.pada masa pendidikan ini.perempuan di larang sekolah sebab, perempuan di perbudakan untuk melayani kebutuhan laki laki,ibu rumah tangga (seperti memasak) dan perempuan di perjual belikan. Tujuan sebenarnya dari pendidikan zaman kemerdekaan adalah untuk mengisi tata kehidupan dan pembangunan. Tujuan tersebut mengalami kendala, yaitu penjajah Belanda ingin menjajah kembali sehingga memaksa kita ...

KEHIDUPAN KEMERDEKAAN INDONESIA DI TAHUN 1945

   Setidaknya kalian pasti tahu Negara kita tercinta ini pernah dijajah selama kurang lebih tiga setengah abad. Itu bisa dikatakan waktu yang sangat lama, para leluhur menderita, kelaparan, haus dan dahaga menyelimuti mereka. Kekayaan alam yang seharusnya bisa dinikmati, justru direnggut oleh para penjajah.      Mulai dari Portugis, Spanyol, Belanda, Francis, hingga Inggris pernah singgah dan berkelakuan seenaknya di Negara kita. Bahkan, Jepang yang berlagak sebagai ‘teman’ justru melakukan hal yang tidak kalah kejam dari bangsa eropa lainnya. Ini menjadi sejarah Indonesia yang pahit.    Pada zaman itu begitu sangat sulit untuk para perempuan bersekolah, yang diperbolehkan sekolah hanya para lelaki. Para perempuan hanya boleh ada didapur. Kehidupan perempuan pada masa itu hanya diperbudak.     Tingkat pendidikan pada masa itu sangatlah rendah dan belum merata seperti kehidupan pada masa kini. Yang bisa merasakan bangk...