Masa Penjajahan

Setiap Hari kami selalu Riuh dengan suara ledakan bom, tembakan, dam perasaan was-was untuk menyelamatkan diri. Kami selalu dipaksa, disiksa, dan ditindas oleh para penjajah. Tidak pernah merasa damai, tenang, dan merasa aman. Kami selalu merasakan kehilangan, kehilangan orang-orang yang kita cintai serta kehilangan rasa aman.
      
        Saat kami merasakan lelah dengan kejamnya penjajahan belanda, datanglah pasukan tentara jepang yang memberikan kami sedikit ketenangan. Tentara jepang mengusir para penjajah belanda, dan memberi kami kepercayaan untuk bisa berlindung kepada mereka. Para warga bersemangat dan memberikan kepercayaan kepada tentara jepang. Dengan sangat antusias mereka menyambut jepang dengan hangat dan sopan santun. Mereka berjanji akan memberikan keamanan dan memerdekakan indonesia. Bagaimama kami tidak tertipu oleh mereka yang memberikan kami rasa aman saat kami merasa terancam.
       
        Pemerintahan jepang mencetuskan kebijakan tenaga kerja Romusha yang pada awalnya kebijakan ini mendapat sambutan baik dari rakyat indonesia. Bahkan kami bersedia menjadi sukarelawan. Namun semua berubah saat kebutuhan perang jepang meningkat. Pengerahan Romusha menjadi menjadi keharusan, bahkan paksaan. Kami dipaksa untuk membangun jembatan dan membuat sarana untuk perang, bahkan kami dipaksa kerja ke luar negri dan tidak pernah kembali karena meninggal dunia. Kami dipakasa untuk kerja setiap hari tanpa diimbangi upah dan fasilitas hidup yang layak. Namun yang lebih kejamnya lagi, jepang membentuk jugun lanfu yang menjadikan perempuan-perempuan menjadi penghibur untuk para tentara jepang.
       
        Sejak saat itu kami menjadi sengsara. Tentara jepang yang kami anggap sebagai pelindung dan memberikan ketenangan justru malah sebaliknya. Mereka merenggut semua yang kami miliki. Dengan kejam mereka selalu memaksa kami untuk selalu tunduk kepada mereka. Kami kelaparan dan sangan menderita. Bahan pangan dan rempah-rempah di ambil oleh jepang. Padi, buah-buahan dan makanan lainnya yang kami tanam di bawa oleh jepang. Kami hanya makan umbi-umbian dan terkadang kami dipaksa untuk memakan sesuatu yang menjijikan.
       
        Dalam hal pendidikan kami tak tau apa-apa. Seperti orang bodoh yang mau saja di bodohi oleh tentara jepang yang licik. Sekolah hanya lulusan SD yang paling tinggi. Tapi kami tetap percaya pada diri kami sendiri. Kami tidak pernah putus asa, kami yakin perjuangan kami akan memerdekakan indonesia.
        Hingga Akhirnya kami merdeka dengan perjuangan dan kerja keras kami. Walaupun banyak kekurangan karena Doa dan Ikhtiar Akhirnya kami mencapai tujuan kami yaitu untuk Merdeka.

~Tamat~

Nama:Isnaeni

Comments